Sabtu , 23 September 2017
Breaking News
Asuransi Melahirkan, Perlukah?

Asuransi Melahirkan, Perlukah?

Jika Anda atau pasangan Anda bukan merupakan karyawan tetap yang memiliki fasilitas perlindungan asuransi kesehatan termasuk fasilitas perlindungan melahirkan dari kantor, mungkin Anda bertanya-tanya ketika hamil/merencanakan lahirnya buah hati, perlukah memiliki asuransi melahirkan?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari telusuri dahulu apakah konsep asuransi. Menurut UU No.40 tahun 2014 tentang perasuransian, usaha asuransi umum adalah usaha jasa pertanggungan risiko yang memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti.

Sampai di sini, garis bawahi 4 kata terakhir: peristiwa yang tidak pasti. Apakah melahirkan adalah suatu peristiwa yang tidak pasti? Melahirkan tentunya akan didahului oleh kehamilan selama kurang-lebih 9 bulan. Atas dasar inilah, maka melahirkan tidak termasuk dalam kondisi yang ditanggung oleh asuransi.

Namun, ada beberapa asuransi yang menyertakan manfaat melahirkan sebagai manfaat tambahan (riders) di luar asuransi utama (kesehatan/asuransi jiwa). Manfaat tambahan (riders) ini jika diambil oleh tertanggung maka akan ada penambahan premi lagi.

Apa saja yang ditawarkan oleh asuransi melahirkan? Beberapa asuransi melahirkan menawarkan hal yang sama: selain meng-cover biaya persalinan normal, asuransi melahirkan juga meng-cover biaya persalinan dengan pembedahan (caesar), biaya keguguran (yang legal), dan biaya-biaya yang mungkin timbul sebelum dan sesudah melahirkan.

Ada juga yang memberikan perlindungan terhadap komplikasi kehamilan dan perawatan bayi di inkubator. Anda harus membandingkan satu produk dengan produk yang lain dan mempelajari secara seksama sebelum memutuskan akan membeli asuransi.

Dari beberapa produk asuransi kesehatan yang memiliki manfaat tambahan melahirkan, manfaat tambahan melahirkan tersebut memiliki masa tunggu mulai dari 9 bulan-1 tahun. Artinya, ketika Anda memutuskan untuk membeli manfaat tambahan melahirkan, Anda harus belum dalam kondisi hamil. Ketika hamil, maka rider asuransi melahirkan tidak bisa dibeli.

Sama dengan manfaat rawat inap yang ditawarkan asuransi kesehatan, manfaat tambahan melahirkan juga biasanya hadir dengan tabel manfaat yang sudah menjadi satu kesatuan dengan tabel manfaat rawat inap. Contoh, apabila Anda mengambil manfaat rawat inap di suatu asuransi kesehatan yang memiliki penawaran lima kelas mulai dari kelas A hingga kelas E dan Anda mengambil rawat inap kelas A, maka manfaat tambahan melahirkan yang Anda dapatkan juga kelas A.

Anda bisa bertanya kepada agen asuransi Anda premi manfaat tambahan melahirkan tersebut ataupun mencari informasi di internet.

Semenjak kehamilan, Anda tentunya sudah memiliki dokter atau klinik atau rumah sakit langganan tempat Anda memeriksakan kondisi kehamilan Anda. Sejak awal pemeriksaan, mintalah daftar biaya kamar berikut daftar biaya melahirkan baik yang normal maupun dengan pembedahan. Anda masih memiliki waktu beberapa bulan untuk menyiapkan biaya persalinan di rumah sakit tersebut.

Propellerads

Bila awal periksa kehamilan kandungan sudah berumur 8 minggu, Anda punya kurang-lebih 30 minggu. Apabila Anda bisa mengetahui biaya persalinan ini lebih awal lagi bahkan sebelum hamil, tentunya akan semakin lama waktu yang Anda miliki untuk menyiapkan biaya persalinan.

Meski rencana Anda dan pasangan adalah melahirkan normal, namun sebaiknya sebisa mungkin siapkan biaya persalinan senilai persalinan dengan operasi pembedahan (caesar), dengan tarif kamar yang paling mahal. Mengapa? Karena adanya risiko dan kemungkinan yang muncul di tengah jalan. Tidak sedikit mereka yang berencana melahirkan normal namun karena bayi tidak kunjung keluar akibatnya biaya rumah sakit membengkak, karena menunggu waktu kelahiran. Ketika pada akhirnya diputuskan untuk melakukan operasi pembedahan, biayanya jadi lebih membengkak.

Nah setelah mengetahui keduanya yaitu premi serta manfaat-manfaat yang di-cover dari manfaat melahirkan dan biaya persalinan di rumah sakit yang menjadi incaran, Anda bisa membandingkan keduanya serta menghitung berdasarkan waktu yang Anda miliki hingga persalinan tiba, manakah yang lebih efektif atau ekonomis menurut Anda: membayar premi asuransi atau menabung.

Jangan lupa, apabila Anda memilih menabung untuk mempersiapkan biaya persalinan, pilihlah produk keuangan yang risikonya rendah, karena hamil dan melahirkan termasuk tujuan jangka pendek seperti tabungan, deposito, atau bisa juga menyimpan dalam bentuk Logam Mulia.

Pisahkan tabungan rencana biaya persalinan ini dengan dana darurat, karena melahirkan tidak termasuk dalam kondisi darurat. Mengapa? Tentu saja Anda sudah mengetahui jawabannya kan, karena melahirkan didahului dengan proses kehamilan dan bukan sesuatu yang terjadi secara mendadak dan tidak diketahui.

Rencanakan kehamilan dan melahirkan dengan baik, hindari merusak kebahagiaan lahirnya buah hati dengan masalah biaya.

Sumber : finance.detik.com/perencanaan-keuangan/3441013/asuransi-melahirkan-perlukah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*