Selasa , 26 September 2017
Breaking News
Bali Genjot 100 Desa Wisata Tahun Ini
BARRY KUSUMA Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

Bali Genjot 100 Desa Wisata Tahun Ini

Pemerintah Provinsi Bali menargetkan pembinaan 100 desa wisata selesai pada 2018. Namun, realisasi program yang dimulai 2013 itu digenjot dan dipercepat tahun ini.

Karena itu, Otoritas Jasa Keuangan wilayah Bali berkomitmen turut mendorong lembaga keuangan agar membantu percepatan ini.

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Bali, Zulmi, di Denpasar, Minggu (19/2/2017), mengatakan, desa memiliki karakter, keunggulan, dan kebutuhan berbeda-beda.

Ini membutuhkan permodalan sehingga jasa keuangan diharapkan membantu mempermudah fasilitas kredit atau pembiayaannya.

Zulmi mengatakan, pihaknya berupaya menjadi fasilitator antara desa dan pemilik jasa keuangan.

”Desa terpilih agar terwujud menjadi desa wisata dan ini membutuhkan permodalan. Maka, OJK hadir guna mendorong para pemilik lembaga keuangan, baik bank maupun asuransi, agar membantu pembangunan itu,” kata Zulmi.

Hal itu merupakan wujud dukungan OJK Bali mengacu prioritas kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bali tahun 2017.

Percepatan ini, lanjut Zulmi, membutuhkan akses keuangan luas agar desa wisata bisa memperoleh pendanaan dari lembaga jasa keuangan.

Desa wisata disepakati pemerintah dan para pelaku pariwisata menjadi model terbaik saat ini untuk menambah gairah wisatawan berkunjung ke Bali.

Selain itu, percepatan menjadi salah satu solusi pelestarian budaya, adat, lingkungan, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan desa wisata ini.

Propellerads

Program membangun 100 desa wisata dengan pemerintah provinsi sebagai pembinanya dirintis sejak tahun 2013. Hingga kemarin, sebanyak 67 desa wisata terbentuk dan dibina.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha memaksimalkan keberlangsungan desa wisata ini.

Ia percaya pengelolaan yang diserahkan kepada masyarakat justru lebih lancar. Masyarakat desa lebih paham apa yang mereka harus dipertahankan dan dilestarikan.

Desa wisata yang sukses dikelola masyarakat, di antaranya Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli; Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem; dan Desa Taro, Kabupaten Gianyar.

Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Bali Putu Winastra setuju jika pemerintah bisa mengembangkan desa wisata. Desa wisata mampu memperkuat daya tarik wisatawan, terutama asing.

Ia pun meminta agar pemerintah tidak menyeragamkan seluruh desa wisata, tetapi memperkuat potensi masing-masing. (AYS) Editor : I Made Asdhiana

Sumber : travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*