Sabtu , 23 September 2017
Breaking News
Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 1,7 Triliun dan US$ 230 Juta ke Bukit Asam
Foto: Yulida Medistiara

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 1,7 Triliun dan US$ 230 Juta ke Bukit Asam

PT Bank Mandiri Tbk menyalurkan pembiayaan Rp 1,7 triliun dan US$ 230 juta kepada PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk membantu membiayai pengembangan bisnis. Perjanjian kredit tersebut ditandatangani oleh SEVP Bank Mandiri Alexandra Askandar dan Direktur Keuangan Bukit Asam Achmad Sudarto, di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Hadir dalam acara ini Wadirut Bank Mandiri Sulaiman Arianto, Direktur Utama PTBA Arivyan Arifin, dan Dirut KAI Edi Sukmoro. Acara ini digelar Bank Mandiri untuk memberikan fasilitas supplier financing kepada Bukit Asam dan KAI sebagai supplier yang membawa batu bara (transportasi) Bukit Asam dari hulu ke hilir. “Jadi jumlahnya saya sebutkan, untuk Bukit Asam Rp 1,7 triliun plus US$ 230 juta, hampir sekitar Rp 5 triliun, tapi yang jadi duit kira-kira 1/3 yang lainnya non cash,” kata Sulaiman, di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Dari nilai pembiayaan tersebut, sebesar US$ 100 juta berskema pinjaman fasilitas khusus untuk membiayai belanja modal (capex). Pinjaman tersebut berbentuk cash dalam jangka waktu 5 tahun. Pinjaman fasilitas ini juga termasuk untuk kredit sebesar US$ 130 juta sebagai pinjaman treasury line untuk memenuhi kebutuhan likuiditas valas dalam operasional perusahaan. Selanjutnya, fasilitas Supplier Financing Rp 700 miliar dan fasilitas Trust Receipt Non LC sebesar Rp 700 miliar dimaksudkan untuk memperlancar proses pembayaran kepada supplier Bukit Asam. Serta, fasilitas Invoice Financing Rp 300 miliar untuk mempercepat penerimaan hasil penjualan batubara Bukit Asam. Baik treasury line, supplier financing, dan fasilitas trust receipt non LC adalah pinjaman bentuk non cash yang dapat ditarik kapanpun serta berjangka waktu 1 tahun. Pinjaman tersebut dapat diperpanjang secara otomatis atau roll over di tahun berikutnya.

Menurut Alexandra Askandar, kerja sama tersebut merupakan implementasi sinergi BUMN untuk mendukung program pemerintah dalam penyediaan energi dan infrastruktur serta penciptaan kemandirian ekonomi. Seperti pada fasilitas kredit berskema supplier financing, di mana terdapat BUMN yang menjadi penyuplai kebutuhan infrastruktur Bukit Asam yaitu PT Kereta Api Indonesia (Persero). “Pembiayaan ini membuktikan komitmen kuat kami untuk mendukung pertumbuhan industri strategis dalam negeri, seperti sektor pertambangan, agar mampu memenuhi kebutuhan domestik ataupun pasar luar negeri,” jelas Achmad Sudarto

Arivyan Arifin berharap KAI dapat membawa batu bara Bukit Asam lebih baik lagi. “KAI juga terima kasih pak mudah-mudahan bisa memperkuat yang lebih baik, mudah-mudahan bisa membawa batu bara kita lebih baik lagi,” imbuhnya.

Sementara Edi mengatakan, kerja sama ini berbentuk sinergi BUMN. Dia berharap nantinya Bukit Asam dapat meningkatkan produksinya sehingga juga berdampak baik pada KAI. “Pak Arvian ini prediksinya nanti akan ditingkatkan sehingga nanti kita bisa bilang ke masyarakat itu BUMN hadir untuk negeri. Kita berharap produksinya Bukit Asam meningkat kita juga bisa meningkat,” imbuh Edi.

Hingga November 2016, penyaluran kredit Bank Mandiri ke sektor pertambangan mencapai Rp 13,8 triliun, tumbuh 20,2% dari periode yang sama tahun lalu. (ang/ang)

Sumber : Bank Mandiri Kucurkan Kredit Rp 1,7 Triliun dan US$ 230 Juta ke Bukit Asam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*