Sabtu , 23 September 2017
Breaking News
Memilih Asuransi
ilustrasi-asuransi-_istockphoto

Memilih Asuransi

Sebagai karyawan, Anda seyogianya mempersiapkan diri dengan asuransi kesehatan. Mengapa? Pertama, biaya pengobatan semakin hari semakin meningkat dan penyakit dapat menghampiri kapan saja.

Kedua, asuransi kesehatan akan memberikan jaminan keamanan finansial saat Anda sakit atau mengalami kecelakaan. Dengan demikian, biaya pengobatan di rumah sakit akan ditanggung perusahaan asuransi sesuai isi perjanjian yang tertera di polis.

Nah, dari banyaknya produk asuransi kesehatan yang beredar sekarang ini, mana yang harus Anda pilih? Jika Anda masih bingung, berikut 10 tips yang akan membantu Anda memilih asuransi kesehatan yang baik.

1. Pahami jenis produk asuransi kesehatan

Secara garis besar ada dua jenis produk yang ditawarkan perusahaan-perusahaan asuransi kesehatan, yaitu hospital benefit dan hospital cash plan. Produk asuransi jenis hospital benefit memberikan penggantian biaya secara terinci atas berbagai macam biaya yang kita keluarkan saat berobat di rumah sakit. Sistem klaim yang digunakan adalah cashless atau non-reimbursemen; biasanya pembayaran pengobatan di rumah sakit dilakukan dengan menggesek kartu asuransi kesehatan.

Sementara itu, hospital cash plan adalah jenis produk asuransi yang memberikan pergantian pada jumlah (nominal) tertentu sesuai dengan perjanjian di awal kontrak. Misalnya, Rp 500.000 per hari ketika nasabah di rawat di rumah sakit, tanpa peduli berapa biaya yang sebenarnya dikeluarkan oleh nasabah. Sistem klaimnya adalah reimbursement, yaitu nasabah membayar biaya berobat terlebih dahulu yang nantinya akan diganti oleh perusahaan asuransi setelah mengisi form pengajuan reimbursement.

2. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda

Berbagai produk asuransi kesehatan sering kali membuat Anda bingung sehingga bisa saja Anda memilih asuransi kesehatan yang salah dan kurang sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk mencegah hal ini, pahami kebutuhan dan riwayat kesehatan Anda. Setelah itu, pilih asuransi kesehatan yang sesuai dan nantinya meringankan beban finansial Anda dan keluarga. Eko Endarto, perencana keuangan dari Finansia Consulting memberikan saran, sebaiknya Anda mengumpulkan terlebih dahulu kira-kira layanan seperti apa yang diinginkan dan yang sesuai dengan anggaran yang Anda miliki.

Sebagai contoh, Anda mengumpulkan data tentang biaya berobat di rumah sakit beserta fasilitasnya (misalnya kelas VIP dengan biaya kunjungan dokter Rp 250.000 dan fasilitas lainnya). Setelah mengumpulkan semua datanya baru nanti Anda cari asuransi kesehatan apa yang cocok dengan kebutuhan Anda.

3. Ketahui manfaat yang akan Anda dapatkan

Propellerads

Sebelum memilih asuransi kesehatan, ketahui manfaat yang akan Anda dapatkan. Sebagai contoh, manfaat tersebut adalah jaminan ketersediaan dana yang dibutuhkan untuk membiayai kebutuhan kesehatan Anda dan keluarga selaku nasabah. Dengan demikian, Anda tidak perlu risau lagi soal biaya kesehatan. Cukup klaim serta menunjukkan bukti-bukti otentik seperti kwitansi pembayaran maka perusahaan asuransi akan membayarkan biaya pengobatan di rumah sakit tersebut. Manfaat lain adalah Anda akan mengatur keuangan dengan baik karena Anda harus membayar premi setiap bulannya. Dengan kata lain, Anda harus menyisihkan gaji sebagai karyawan untuk pembayaran premi sebagai dana cadangan untuk kesehatan Anda.

4. Ketahui rumah sakit yang bekerja sama dan jenis perawatannya

Dalam memilih asuransi kesehatan, Anda harus mengetahui rumah sakit yang dapat menerima klaim dari perusahaan asuransi. Sebaiknya Anda memilih perusahaan asuransi yang dapat menerima klaim dari semua rumah sakit atau dari rumah sakit yang dapat dijangkau dengan mudah atau dekat dari tempat tinggal Anda.

Pastikan Anda mengetahui rumah sakit mana yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi yang Anda pilih dan jenis perawatannya. Secara umum, ada dua jenis perawatan yang ditawarkan perusahaan asuransi kesehatanyaitu rawat jalan (out-patient) dan rawat inap (in-patient). Ada juga perusahaan asuransi yang menanggung biaya persalinan dan perawatan gigi.

5. Pilih premi yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda

Premi murah dan tanggungan lengkap adalah idaman para nasabah asuransi kesehatan. Namun, hal yang perlu Anda ketahui adalah semakin lengkap pertanggungan yang diberikan sebuah perusahaan asuransi, semakin tinggi premi yang harus Anda bayarkan. Apabila Anda ingin memperiapkan dana kesehatan Anda, pilihlah asuransi yang tidak akan mencekik finansial Anda.

Jangan sampai Anda mengabaikan kesehatan hari ini karena kebutuhan pokok tidak tercukupi akibat membayar premi yang tinggi. Oleh karena itu, pililah asuransi kesehatan dengan premi sesuai keuangan Anda. Sebagai contoh, Anda membayar premi asuransi kesehatan sebesar 10% dari gaji Anda.

6. Lihat kredibilitas perusahaan asuransi

Asuransi adalah produk jangka panjang. Karena sifatnya jangka panjang, Anda sebaiknya memilih perusahaan asuransi yang kredibel. Cara mudahnya adalah dengan melihat pengalaman mereka dalam menangani jasa asuransi kesehatan dan proses klaimnya.

Jangan tergiur dan cepat mempercayai premi murah yang ditawarkan dengan manfaat serta jenis perawatan yang lengkap. Setiap perusahaan asuransi memiliki jenis perawatan dan premi yang berbeda-beda untuk nasabahnya dengan rincian pertanggungan yang berbeda-beda pula. Semua informasi tercantum dalam polis Anda, jadi bacalah dengan teliti.

7. Teliti kemudahan klaim

Banyak nasabah yang merasa tertipu karena mereka harus membayar biaya pengobatan di awal. Dalam kasus ini, mereka sebenarnya mengambil produk asuransi dengan sistem reimbursement. Nah, jangan sampai Anda menjadi nasabah yang merasa dirugikan. Ketahui dengan teliti kemudahan sistem klaim asuransi kesehatan yang akan Anda pilih.

Pada dasarnya ada dua jenis sistem klaim yaitu cashless dan reimbursement. Dalam sistem cashless atau non-reimbursement biasanya pembayaran pengobatan di rumah sakit dilakukan dengan menggesek kartu asuransi kesehatan.

Sementara dalam sistem reimbursement, nasabah asuransi kesehatan diwajibkan untuk membayar terlebih dahulu semua biaya medis yang dikeluarkan, yang baru kemudian ditagihkan kepada perusahaan asuransi kesehatan dengan melampirkan kuitansi pembayaran dari rumah sakit.

8. Bandingkan dengan produk asuransi dari perusahaan lain

Semakin banyaknya perusahaan asuransi yang menawarkan berbagai produk dan manfaat perawatan kesehatan, seharusnya membuat Anda memiliki lebih banyak pilihan. Jangan hanya terpaku kepada satu perusahaan asuransi saja. Anda sebaiknya mencari informasi tentang perusahaan asuransi lainnya dan membandingkan produk asuransi mereka.

Hal yang harus Anda perhatikan dalam membandingkan produk asurasi adalah premi bulanan, jenis perawatan kesehatan, sistem klaim, provider atau rumah sakit yang bekerja sama, dan manfaat-manfaat lain yang ditawarkan oleh perusahana-perusahaan asuransi kesehatan.

9. Hindari mengambil asuransi melalui tele-marketing

Agen asuransi yang melakukan rekrutmen terhadap nasabah umumnya dilakukan dengan bertatap muka secara langsung. Namun, ada pula agen asurasi yang menghubungi calon nasabah melalui telepon atau tele-marketing. Karena singkatnya waktu, produk asuransi tidak dapat dijelaskan secara mendetail.

Sebaiknya Anda merenungkan, menganalisisi. dan mencari informasi lebih lanjut, sebelum memutuskan akan mengambil tawaran tersebut. Apabila Anda telah terlanjur menjadi nasabah dan hendak memutuskan kontrak, biasanya premi yang terkumpul tidak dapat dikembalikan. Ingat, jika Anda tidak teliti memilih hari ini, Anda akan merugi esok hari. Jadi, mintalah waktu beberapa hari untuk memikirkan, sebelum Anda memutuskannya.

10. Pilih asuransi kesehatan murni

Jika Anda membutuhkan manfaat asuransi kesehatan yang lengkap namun memiliki anggaran terbatas, Anda sebaiknya memiliki asuransi kesehatan murni yang berdiri sendiri. Premi asuransi kesehatan murni relatif lebih rendah dibanding asuransi plus investasi. Hal ini karena dana asuransi kesehatan murni tidak akan digunakan untuk tujuan investasi.

Memilih asuransi kesehatan yang baik perlu strategi khusus dan tidak semestinya dilakukan dengan terburu-buru. Cobalah kesepuluh tips di atas sehingga Anda mendapatkan asuransi kesehatan yang cocok dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Jika diperlukan, mintalah saran dari perencana keuangan Anda sehingga pilihan Anda semakin baik lagi. Sumber :  10 Tips Memilih Asuransi Kesehatan yang Baik

Diangkat dari konsultan Rakhmi Permatasari – Safir Senduk & Rekan menyatakan bahwa memilih asuransi itu ada lima

Kaki merupakan aset berharga bagi pemain bola. Saking berharganya, David Beckham rela mengasuransikan kakinya senilai USD70 juta atau sekitar Rp 700 miliar. Pilihannya terbilang tepat karena anggota tubuh tersebut menjadi sumber penghasilan yang menghidupi dia dan keluarganya. Bagaimana dengan Anda?

Berikut ini adalah tip agar Anda tepat memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan:

1. Begitu banyak jenis asuransi yang ditawarkan agen asuransi. Tapi perlu diingat, tidak semua produk asuransi perlu Anda miliki. Setiap orang punya kondisi keuangan yang berbeda sehingga kebutuhan akan produk asuransi pun belum tentu sama. Jadi, jangan asal beli. Kenali produknya terlebih dulu.

2. Bukan hanya memilih jenis asuransi saja yang perlu diperhatikan, namun juga memilih polis dari setiap produk asuransi. Bacalah klausul polis dengan seksama supaya benar-benar memahami biaya dan perlindungan yang akan diperoleh. Seringkali terjadi kesalahan, perlindungan dari polis yang dipilih ternyata kurang memenuhi kebutuhan, atau sebaliknya, melebihi kebutuhan sehingga sia-sia.

3. Untuk jenis asuransi yang sama sekalipun, nilai premi yang ditawarkan antara suatu perusahaan asuransi dengan lainnya berbeda-beda, atau dikenal dengan istilah company policy. Pilihlah yang menawarkan nilai pertanggungan dan pelayanan yang setara namun nilai preminya cukup bersaing.

4. Perhatikan penyebab utama terjadinya risiko. Perusahaan asuransi hanya akan mengganti klaim atas kerugian yang disebabkan oleh faktor yang telah menjadi kesepakatan. Misalnya, tidak semua jenis pengobatan penyakit ditanggung asuransi kesehatan karena ada beberapa pengecualian.

5. Amati rekam jejak perusahaan asuransinya, apakah telah terdaftar di Kementerian Keuangan atau tidak (cek di www.bapepam.go.id). Itulah strategi untuk mendeteksi kualitas perusahaannya apakah cukup sehat sehingga mampu melayani klaim nasabah. Banyak kasus nasabah merasa kecewa karena sulit mendapatkan klaim yang menjadi haknya. Hati-hati, pelayanan tidak memadai seperti agen asuransi yang tidak mengerti atau tidak bisa menjelaskan produk yang ditawarkan seringkali terjadi,yang berakibat merugikan nasabah. Sumber : Lima Tip Memilih Asuransi

Dari kedua tips diatas manakah yang lebih tepat? bagaiman mana bila anda membca sedikit lagi tips berikut.

6 Tips Memilih Asuransi yang Tepat

Bagi yang berminat berasuransi, ada beberapa cara memilih asuransi yang tepat agar tidak salah menanamkan uangnya. “Kita haruslah memilih asuransi yang tepat, agar asuransi yang kita dapatkan benar-benar produk asuransi yang tepat,” ujar Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Benny Waworuntu mengatakan, dalam acara Journalist Class & Gathering yang diselenggarakan oleh OJK di Akmani Hotel, Jakarta.

Benny menjelaskan, ketika anda ingin memilih asuransi yang tepat, hal pertama yang harus ditekankan mencari asurasi yang sesuai dengan kebutuhan. Seperti bagi pencari nafkah keluarga asuransi yang dibutuhkan yaitu asuransi jiwa. Sementara bagi keluarga yaitu asuransi kesehatan, menjaga agar nafkah bisa berjalan terus yaitu asuransi kecelakaan, asuransi pekerjaan atau asuransi gagal panen.

Sementara untuk kelangsungan pendidikan anak yaitu asuransi pendidikan, asuransi properti atau kepemilikan yaitu asuransi rumah, asuransi mobil, asuransi bencana dan terakhir asuransi tabungan yaitu asuransi dwiguna, unitlink dan dana pensiun.

Kedua, sesuaikan dengan kemampuan Anda ketika ingin memilih asuransi. Pada prinsipnya, besaran asuransi bisa disesuaikan dengan kemampuan seseorang, biasanya berkisar antara 10%-15% dari pendapatan. Pembayarannya bisa dilakukan tahunan, semester, triwulan, bulanan maupun sekali bayar kalau lagi ada rezeki.

Ketiga, belilah produk asuransi dari perusahaan asuransi yang sudah jelas terdaftar di OJK dan dilakukan oleh tenaga pemasar yang berlisensi atau sertifikasi dari AAJI dan AAUI.

Keempat, pelajari semua manfaat produk yang dibeli serta prosedur klaimnya dengan jelas, supaya mudah mendapatkan pengajuan. “Jangan tergoda dengan omongan tenaga pemasar, kalau perlu minta contoh copy polis produk yang ingin dibeli untuk dipelajari, sebelum menjalankan pembelian,” tegas dia.

Kelima, selalu bersikap terbuka dan terus terang kepada tenaga pemasar dalam memberikan informasi yang mereka butuhkan, guna mengindari penolakan pada saat pengajuan klaim.

Keenam, pastikan membaca ulang ketentuan polis pada saat polis sudah jadi, apakah sudah sesuai dengan kesepakatan pada saat proses pembelian asuransi.

Selain itu, Benny mengungkapkan, jika seseorang sudah memiliki asuransi dan ingin mengajukan keluhan bisa diajukan kepada tenaga pemasar dan perusahaan asuransi tempat membeli. Untuk BMAI bisa melalui telepon 021-5274145, AAJI pada saluran 021-29922929, dan AAUI melalui 021-29069800. (Dis/Nur). Sumber : 6 Tips Memilih Asuransi yang Tepat

Selain tepat, apakah asuransi yang anda pilih itu asuransi baik dan aman? berikut kami tambahkan sedikit info

Tips Memilih Asuransi yang Baik dan Aman.

Masyarakat kini mulai berhati-hati dalam menentukan jenis investasi tak terkecuali asuransi. Hal itu sebagai respon atas maraknya investasi bodong. Malah belakangan terakhir produk asuransi juga dinilai penuh risiko karena ada kemungkinan klaim tidak bisa dicairkan. Kasus ini menimpa salah satu anak musisi terkenal Ahmad Dhani yang bernama Abdul Qodir Jaelani (AQJ) alias Dul.

Lalu, apa saja hal perlu dilakukan si investor atau pembeli asuransi sebelum memilih produk asuransi yang baik dan aman?

Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim mencoba memberi pandangan. “Pada dasarnya sebenarnya semuanya perusahaan asuransi baik, namun memang harus teliti sebelum membeli,” kata Hendrisman saat ditemui di kantornya The Plaza Office Tower, Jakarta.

Dia menjelaskan, hal pertama yang harus dilakukan si pembeli polis adalah tanyakan secara detil ke agen penjual apa hak dan kewajiban antara penjual dan pembeli. “Yang jadi masalah ini pada waktu beli polis harus tanya ke agen dulu pertama, apa hak kita sebagai pembeli dan kewajiban penjual,” ujarnya.

Setelah itu, tanyakan lagi hal-hal apa saja yang bisa dicover atas asuransi tersebut. “Tanyakan akan dapat cover apa saja? Apa kewajiban kami, kewajiban perusahaan asuransi, klaim nggak dibayar kalau apa sehingga clear sehingga pada waktu terjadi klaim nggak bingung,” kata dia.

Selain itu, pilih produk atau perusahaan asuransi yang sudah terjamin keamanannya dan dipercaya. “Setiap tahun itu ada perusahaan asuransi ikut ada award-award itu yang punya awar-award itu ya relatif baik walaupun award itu tidak menjamin sepenuhnya,” katanya.

Namun, menurut dia, jika sebuah perusahaan asuransi sudah berani menjual produk-produknya, itu artinya perusahaan tersebut sudah siap membayar klaim asuransi. “Kalau saya pribadi bahwa semua perusahaan asuransi kalau berani menjual berarti sudah komit. Si pembeli harus tahu, dia harus tanya sampai tuntas ke agennya, itu pun tidak otomatis menghilangkan dispute,” terangnya.

Dia menambahkan, adanya kasus klaim tidak dibayar kemungkinan salah satinya adalah karena persyaratan antara si pembeli dan penjual asuransi tidak terpenuhi. Misalnya, adanya faktor kesengajaan sebuah kecelakaan dan sejenisnya. “Kita lihat ke polis. Itu bisa jadi faktor kesengajaan kecelakaan. Tapi mungkin saja itu masih proses lebih dalam belum tentu menolak klaim,” tandasnya.

Kinerja Asuransi Jiwa

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total pendapatan industri yang terdiri dari 45 perusahaan asuransi jiwa sebesar Rp 71,83 triliun di kuartal II-2013. Angka ini naik 22,85% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 58,46 triliun. Dari total pendapatan tersebut, pendapatan premi masih menjadi pendorong utama pertumbuhan dengan kontribusi sebesar Rp 57,59 triliun atau 80,17% dari total pendapatan. Total pendapata premi ini naik 14,48% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Yang menarik dari kinerja kuartal kedua 2013 ini adalah peningkatan signifikan investasi industri asuransi jiwa nasional yang mencapai Rp 245,17 triliun yang tumbuh 17,74% dari periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Hendrisman.

Dia juga menyebutkann imbal hasil investasi (yield) perusahaan asuransi jiwa juga tumbuh secara signifikan mencapai Rp 12,23 triliun atau naik 78,37% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 6,85 triliun. Alhasil, pertumbuhan ini mendorong peningkatan signifikan atas jumlah aset industri menjadi Rp 281,2 triliun atau naik 37,65% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat aset sebesar Rp 204,28 triliun. “Total aset yang tumbuh 37,65% menunjukkan kekuatan asuransi jiwa dalam membayarkan kewajiban kepada nasabahnya,” kata dia.

Dia juga menyebutkan, jumlah premi produksi baru di kuartal II-2013 tumbuh 7,10% menjadi Rp 37,4 triliun. Dari pertumbuhan ini, premi unit link kembali mengambil porsi yang lebih besar dibandingkan premi tradisional yaitu masing-masing Rp 19,28 triliun (51,55%) dan Rp 18,12 triliun (48,45%). Demikian juga premi lanjutan yang tumbuh 31,25% menjadi Rp 20,18 triliun pada kuartal kedua 2013, premi unit link ini kembali mendominasi dengan porsi Rp 13,17 triliun (65,25%), sedangkan premi tradisional Rp 7,01 triliun (34,75%).
(drk/ang) Sumber : Ini Tips Memilih Asuransi yang Baik dan Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*