Sabtu , 23 September 2017
Breaking News
Perusahaan Asuransi Mulai ‘Tak Takut’ dengan BPJS Kesehatan
Sumber gambar : www.republika.co.id

Perusahaan Asuransi Mulai ‘Tak Takut’ dengan BPJS Kesehatan

Meski pertumbuhan asuransi dianggap mengalami penurunan setelah adanya BPJS, namun industri asuransi masih cukup menjanjikan. Apalagi jika perusahaan BPJS bisa bersinergi dengan perusahaan asuransi. “Saya rasa untuk beberapa tahun ke depan assurance dan BPJS juga udah klop, saya rasa juga akan berjalan dengan sangat baik justru,” ujar Director of Legal and Corporate Secretary, Compliance, Information Technology, and Management Trainee Development PT Avrist Assurance, Ibrahim Kusuma, Selasa (18/10/2016).

Namun, dirinya mengatakan kalau adanya BPJS tidak membuat penurunan yang signifikan terhadap asuransi. “Karena kalau saya lihat tahun lalu mungkin market masih agak sedikit ragu ya untuk masuk ke kumpulannya, karena saat itu kan BPJS juga baru muncul dan orang-orang masih bingung bagaimana cara menjalankan koordinasi dengan BPJS,” tambahnya.

Dia mengatakan, industri asuransinya sekarang ini perkembangannya justru lebih baik daripada yang telah dicapai dari tahun 2015. “Jadi kalau pertanyaannya dengan BPJS gimana mungkin tinggal tunggu waktu ya,” katanya.

Guna meningkatkan pertumbuhan asuransi kerjasama dengan bank-bank yang ada di Indonesia demi meningkatkan. Dirinya sendiri sudah memiliki program beranama Bancassurance (Bancass).

Dia mengaku, untuk Bancass, secara garis besar masih menduduki peringkat ke dua. Menurutnya itu merupakan pencapaian yang begitu positif, dengan demikian mereka pun bekerja sama dengan berbagai bank, khususnya bank nasional. “Kalau enggak salah sekitar sembilan bank nasional, sisanya itu BPR-BPR (Bank Perkreditan Rakyat),” katanya.

Namun, dia menyatakan kalau Avrist akan terus meningkatkan lagi jumlah bank yang akan diajak bekerja sama. “Kita memang kalau untuk bank, Alhamdulillah kita juga sudah dapat bank-bank yang cukup besar,” terangnya.

Di sisi lain, dia mengatakan nasabah Avrist sendiri masih didominasi oleh kumpulan-kumpulan grup ketimbang individu, yang mana jumlahnya sekitar 60 persen. “Karena pada saat kita dealing dengan group company kan kebanyakan satu grup kan,” tukas dia.

Sumber : Perusahaan Asuransi Mulai ‘Tak Takut’ dengan BPJS Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*