Sabtu , 23 September 2017
Breaking News
Regulator Siapkan Aturan Polis Online
Foto : www.koran-jakarta.com

Regulator Siapkan Aturan Polis Online

Semakin maraknya penjualan produk asuransi melalui jaringan teknologi mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagai regulator, menyiapkan aturan polis asuransi online. Hal itu dimaksudkan agar para pemegang polis terlindungi dan mereka mendapat polis secara online sehingga lebih efektif.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB), Firdaus Djaelani di Jakarta, Selasa (18/10), mengatakan dalam praktik selama ini penjualan asuransi secara online sudah jalan. Namun, polisnya tetap dalam bentuk print out atau hard copy.

Nasabah sendiri sudah banyak yang menginginkan penjualan maupun polisnya bisa dalam bentuk online, sehingga polis tidak perlu dalam bentuk hard copy. “Ketika melakukan pembelian online, polis juga dikirim secara online, bukan print out.

Nah aturan kita itu masih printout, sehingga perusahaan asuransi harus memberikan printout ke nasabah,” kata Firdaus. Untuk mengakomodir permintaan pemegang polis, regulator akan membentuk lembaga kustodian yang berasal dari asosiasi perusahaan asuransi. Kustodian itu berfungsi sebagai penyimpan data nasabah asuransi jika terjadi sengketa.

“Bersama dengan asosiasi jiwa, semua polis online, copynya harus dikirim ke kustodian ini, kalau ada sengketa nanti akan dibuka, karena ini lembaga independen,” katanya. Perusahaan asuransi jiwa yang masuk dalam lembaga kustodian tersebut bisa menjadi pemegang saham.

Potensi Besar

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad mengatakan potensi pasar penjualan asuransi secara online cukup besar, apalagi lembaga tersebut telah mengembangkan asuransi mikro dalam beberapa tahun terakhir.

Diantara Industri Keuangan Non Bank (IKNB), jelas Muliaman, asuransi memiliki peluang dan potensi berkembang. Total asetnya sendiri meningkat menjadi 1.857 triliun rupiah dari sebelumnya 1.847 triliun rupiah. Tak hanya itu, tingkat penetrasi asuransi di masyarakat masih sangat rendah sekitar 11,81 persen.

Dengan demikian, potensi pasar asuransi di Indonesia masih sangat prospektif dengan prosentase mencapai 88,19 persen dari jumlah penduduk. Artinya, dari 100 penduduk sekitar 88 orang belum mempunyai polis asuransi. “Pertumbuhannya terus meningkat, kenapa terus kita perkuat karena IKNB memegang dana jangka panjang,” kata Muliaman. bud/E-10

Sumber : Regulator Siapkan Aturan Polis Online

Propellerads

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*