Selasa , 26 September 2017
Breaking News
September, premi Askrindo Syariah naik 56%

Karyawan melayani nasabah di Kantor Cabang Askrindo Syariah, Jalan Angkasa, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013). Sebagai satu-satunya perusahaan penjaminan pembiayaan syariah di Indonesia, Askrindo Syariah melakukan kerjasama dengan Asosiasi BMT se-Indonesia (Absindo) untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menanggulangi kemiskinan dengan memajukan usaha mikro syariah di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN

September, premi Askrindo Syariah naik 56%

PT Askrindo Syariah membukukan lompatan premi (ujrah) cukup tinggi. Hingga kuartal III-2016, premi Askrindo Syariah sudah nyaris mencapai target sampai akhir 2016. Pribadi, Direktur Utama PT Askrindo Syariah mengatakan, hingga September 2016 telah membukukan ujrah Rp 117 miliar. Premi ini tumbuh 56% dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 75 miliar. Target premi hingga akhir tahun Rp 120 miliar.

Kinerja ini tak lepas dari banyaknya sektor usaha kecil menengah (UKM) yang dijamin kegiatan usahanya oleh PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). “Kontribusi ujrah lebih banyak diperoleh dari sektor UKM. Lebih dari 70% ujrah disumbang sektor UKM,” kata Pribadi.

Dia berharap, pendapatan ujrah hingga akhir tahun bisa lebih tinggi 15%-20% dari target. Artinya, premi di akhir tahun bisa mencapai Rp 138 miliar-Rp 144 miliar. Komponen penjaminan usaha Askrindo Syariah meliputi wanprestasi. Selain itu, ada penjaminan bundling produk dengan asuransi jiwa, kebakaran, dan gangguan usaha. Adapun sisa kontribusi ujrah dari sektor komersial dan konsumer seperti perumahan.

Pribadi yakin , kinerja tahun depan akan lebih baik lagi. Sebab pemerintah tengah mendukung pertumbuhan sektor syariah. Terlebih, aset perbankan syariah juga meningkat dan sudah mencapai 5,1% dari total aset bank.

Dengan demikian, pangsa pasar industri penjaminan syariah akan semakin meningkat. Memasuki kuartal IV-2016, Askrindo Syariah telah menetapkan beberapa strategi bisnis selain tetap fokus pada penjaminan usaha mikro. Ini seiring rencana pemerintah yang memperkuat sektor tersebut. Ditambah adanya program kredit usaha rakyat (KUR) dan Askrindo ditunjuk pemerintah sebagai penjamin KUR syariah. Askrindo menyambut baik penugasan ini. Sebab, program KUR mendukung perkembangan sektor riil dan sangat baik kontribusinya terhadap perekonomian nasional.

Tahun depan, Askrindo akan menjadi induk holding BUMN Asuransi. Hal ini tentu berdampak pada anak usahanya Askrindo Syariah. Hingga akhir tahun, Askrindo Syariah menargetkan laba Rp 36 miliar, naik 50%. Askrindo yakin meraup laba sejalan kinerja yang positif.

Sumber : September, premi Askrindo Syariah naik 56%

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*